Jambi — Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukan presentasi Hasil penelitian di Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) dalam rangka pengurusan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum pelaksanaan pengambilan sample untuk identifikasi tumbuhan obat dan uji fitokimia di laboratorium.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari kegiatan riset yang memperoleh pendanaan melalui program MorA The Air Fund melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Penelitian melibatkan tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Biologi FST UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Tim penelitian diketuai oleh Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis penelitian, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami prosedur penelitian di kawasan konservasi.
Dalam kegiatan presentasi tersebut, mahasiswa memaparkan rencana dan tujuan penelitian, lokasi penelitian, metode yang digunakan, serta berbagai aspek teknis pelaksanaan pengambilan sample di kawasan TNBD. Presentasi ini juga menjadi kesempatan bagi tim peneliti untuk memperoleh masukan dan arahan dari pihak Balai Taman Nasional Bukit Duabelas terkait hasil dan tindak lanjut penelitian agar tetap sesuai dengan ketentuan dan prinsip konservasi yang berlaku.
Pengurusan SIMAKSI merupakan bagian penting dalam memastikan kegiatan penelitian di kawasan konservasi dilakukan secara tertib, bertanggung jawab, dan memperhatikan kelestarian ekosistem. Melalui tahapan ini, tim peneliti juga menunjukkan komitmen untuk melaksanakan penelitian yang tidak hanya menghasilkan kontribusi akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pengelola kawasan konservasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian, pendidikan, serta pengembangan strategi konservasi berbasis data dan hasil kajian ilmiah.
Bagi mahasiswa Biologi, keterlibatan dalam penelitian ini menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan penelitian lapangan, sekaligus mengenal secara langsung dinamika pengelolaan kawasan konservasi di Provinsi Jambi.
Dengan dukungan pendanaan melalui program MorA The Air Fund Kementerian Agama RI, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi ilmiah yang bermanfaat serta mendukung penguatan peran perguruan tinggi dalam penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati di Jambi.
