Jum’at, 8 Maret 2024 FST UIN STS Jambi melaksanakan Tahrib Ramadhan 1445 H di masjid As-Shohabah Kampus I UIN STS jambi. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua dan Sekretaris Prodi, Ketua PSMF, Dosen dan mahasiswa FST UIN STS Jambi.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FST UIN STS jambi, beliau mengatakan “kegiatan ini bukan hanya kegiatan tahrib Ramadhan, kegiatan ini juga merupakan kegiatan silaturrahmi mahasiswa dengan civitas akademika FST UIN STS Jambi supaya kenal, tidak ada lagi yang bertanya Bapak ini siapa? Karena belum kenal”.
Kegiatan ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa FST UIN STS Jambi yang merupakan juara Tilawah yang diadakan oleh FST UIN STS jambi, kemudian dilanjutkan dengan ceramah oleh Ust. Ahmad Mustaniruddin, M.Fil.I dengan tema Fiqh Puasa.
Dalam ceramahnya, Ust. Mustaniruddin menyampakan tentang keutamaan Ramadhan, pengertian puasa, niat puasa, sunnah-sunnah puasa, “ada 14 sunnah puasa yaitu: menyegerakan berbuka, makan sahur, berbuka dengan yang manis, membaca doa berbuka, memberi buka orang yang berpuasa, mandi setiap malam bulan Ramadhan, menjaga shalat tarawih, menjaga shalat witir, memperbanyak membaca al-Qur’an, memperbanyan mengerjakan shalat Sunaah, memperbanyak mengerjakan amal kebaikan, bersungguh-sungguh pada 10 maalm terakhir, dan berbuka dengan yang hala” paparnya.

Dilanjut dengan memaparkan hal yang makruh saat puasa, ada 8 hal makruh yang dipaparkan, yaitu: mengunyah seesuatu, mencicipi makanan tanpa ditelan (kecuali ada hajat), berbekam, membuang air yang pertama kali masuk mulut saat berbuka, menyelam dalam air, bersiwak setelah waktu zuhur, terlalu kenyang dan banyak tidur, dan menikmati kesenangan yang mubah baik hal yang dicium, dilihat maupun didengar. Bukan hanya sunnah dan hal makruh, ust. Mustaniruddin juga menjelaskan tentang hal yang membatalkan puasa, yaitu: murtad, haid-nifas dan wiladah, hila (hilang akal), pingsan dan mabuk, melakukan Jima’ di siang hari bulan Ramadhan, masuknya sesuatu dari rongga (Jawf), Istimna’ (keluarnyan cairan sperma), dan sengaja muntah.

Adapun hal-hal yang menghilangkan pahala puasa yang dipaparkan oleh ust mustaniruddin yaitu melakukan ghibah, mengadu domba, berbohong, memandang lawan jenis dengan penuh syahwat, sumpah palsu dan ucapan yang melenceng dari kebenaran. Pemaparan ini sebagai penutup ceramah ust. Mustaniruddin dalam kegiatan tahrib Ramadhan 1445 H oleh FST UIN STS Jambi.
Selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan, semoga Ramadhan tahun ini semakin sempurna sehingga dapat membentuk pribadi yang mulia.
(DAY)