Jambi, 6 September 2024 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sub Unit Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan pelatihan keterampilan yang dilaksanakan di Perumahan Amuntai. Kegiatan bertema “Pembuatan Aneka Kreasi Ecoenzym dan Sabun Cair Lerak” ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 6 September 2024, dan dihadiri oleh para ibu rumah tangga dari lingkungan setempat.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah bahan-bahan alami menjadi produk ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam kegiatan ini, dua produk utama yang dipelajari adalah ecoenzym dan sabun cair berbahan dasar lerak, yang keduanya dikenal memiliki manfaat ekologis serta bernilai ekonomis.
Ecoenzym: Solusi Ramah Lingkungan dari Limbah Organik
Ecoenzym adalah cairan fermentasi serbaguna yang dihasilkan dari sisa-sisa buah dan sayuran. Dalam pelatihan ini, ibu-ibu diajarkan bagaimana memanfaatkan limbah organik rumah tangga yang seringkali terbuang, untuk diubah menjadi cairan pembersih alami yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari membersihkan lantai, peralatan rumah tangga, hingga sebagai pupuk cair untuk tanaman.
Pemanfaatan ecoenzym tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan rumah, tetapi juga membantu mengurangi jumlah sampah organik yang terbuang, sehingga berkontribusi langsung pada upaya pengurangan beban sampah di lingkungan. Proses pembuatannya yang relatif sederhana, namun memerlukan kesabaran dalam fermentasi, menjadi salah satu fokus pelatihan yang dipaparkan secara rinci oleh narasumber.
Sabun Cair Lerak: Alternatif Pembersih Alami dan Aman
Selain ecoenzym, para peserta juga diperkenalkan pada sabun cair lerak, yang merupakan produk pembersih alami berbahan dasar buah lerak. Buah lerak, yang telah lama dikenal di Indonesia sebagai bahan pembersih tradisional, memiliki sifat deterjen alami yang lembut namun efektif dalam membersihkan kotoran. Sabun cair lerak menjadi alternatif pembersih yang aman untuk lingkungan dan kesehatan, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti pada deterjen konvensional.


Dalam sesi pembuatan sabun cair, ibu-ibu peserta pelatihan diajarkan cara mengolah buah lerak menjadi cairan sabun, dengan penambahan bahan-bahan alami lainnya untuk meningkatkan efektivitas pembersihan serta menjaga daya tahannya. Pelatihan ini menekankan pentingnya penggunaan bahan alami yang tersedia secara lokal untuk menciptakan produk rumah tangga yang tidak hanya sehat, tetapi juga murah dan mudah dibuat.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Keterampilan Praktis
Pelatihan yang diadakan oleh DWP Sub Unit Fakultas Saintek UIN STS Jambi ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis, tetapi juga memberdayakan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dalam meningkatkan kreativitas dan kemandirian mereka. Ketua DWP Sub Unit Fakultas Saintek UIN STS Jambi, dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu di Perumahan Amuntai untuk mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat, baik untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari maupun sebagai peluang usaha kecil-kecilan yang dapat menambah penghasilan keluarga,” ungkap Ny. Yossi Arfan selaku Ketua DWP Sub Unit Fakultas Saintek UIN STS Jambi dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau juga menyatakan bahwa penggunaan ecoenzym dan sabun cair lerak tidak hanya bermanfaat dari segi ekonomi dan kesehatan, tetapi juga selaras dengan upaya pelestarian lingkungan yang menjadi perhatian global saat ini.
Antusiasme dan Partisipasi Aktif Peserta
Pelatihan ini disambut dengan antusias oleh para peserta, yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Para ibu rumah tangga diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan proses pembuatan ecoenzym dan sabun cair lerak, dengan bimbingan dari instruktur yang berpengalaman. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan langsung dalam mengolah produk ramah lingkungan ini.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Sekarang saya tahu bagaimana cara memanfaatkan limbah organik di rumah dan mengolahnya menjadi produk yang berguna. Selain itu, saya juga tertarik untuk membuat sabun cair lerak untuk dijual sebagai tambahan penghasilan keluarga,” ungkapnya dengan penuh semangat.
DWP Sub Unit Fakultas Saintek UIN STS Jambi: Mewujudkan Komitmen Sosial dan Lingkungan
DWP Sub Unit Fakultas Saintek UIN STS Jambi terus berupaya mendukung program-program yang bersifat pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang keterampilan dan lingkungan hidup. Melalui kegiatan pelatihan ini, DWP berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam memberikan solusi praktis yang dapat membantu masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Diharapkan, pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, dengan cakupan peserta yang lebih luas, sehingga manfaat dari program ini dapat dirasakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat. Selain itu, adanya inisiatif dari para peserta untuk mengembangkan produk ecoenzym dan sabun cair lerak sebagai usaha mikro juga diharapkan dapat muncul sebagai dampak positif dari kegiatan ini.
Dengan langkah-langkah konkret seperti ini, DWP Sub Unit Fakultas Saintek UIN STS Jambi tidak hanya berperan dalam memberdayakan perempuan, tetapi juga mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan alam.