Masyarakat Bisa Mengadopsi Inovasi Pembuatan Sutha Hand Sanitizer

Berita

Sebagai aksi pencegahan di masa pandemi covid-19 Fakultas Sains dan Teknologi melakukan  sosialisasi pembuatan Sutha Hand Sanitizer ke Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Yatim Dhu’afa “Al-Rasyid Jambi”.

Dalam kegiatan tersebut Wiji Utami, M.Sc menjelaskan bahwa Sutha Hand Sanitizer  memiliki kandungan yang hampir sama dengan antiseptik yang dijual di pasaran. Dimana produk buatan sendiri menggunakan bahan Distiled water, Ethanol 96%, H2O2 3% Glycerol 98% dan Lavender Parfume.

Di masa pandemi ini mencuci tangan merupakan hal yang sangat penting karena Tangan merupakan salah satu anggota tubuh yang rentan terkena bakteri atau kuman penyebab penyakit yang tak terlihat dengan mata. Sebagian besar aktivitas pun banyak melibatkan tangan untuk bersentuhan dengan benda-benda lain yang mungkin terdapat berbagai jenis bakteri atau kuman.

Dr. Tanti, M.S. I dan Dr. Abd. Malik, M.S.I selaku pendamping menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, kali ini program pengabdian kepada masyarakat inovasi yang dapat diadopsi oleh masyarakat khususnya pondok pesantren tentang cara pembuatan hand sanitizer, eco-enzyme dan bio-pestisida.

Ia berharap ini merupakan langkah awal yang mana Fakultas Sains dan Teknologi berinteraksi dan berdampak kepada masyarakat sekitar dan hasil dari pada kegiatan ini out put nya adalah pondok mampu mengembangkan usaha dalam pembuatan pembuatan hand sanitizer, eco-enzyme dan bio-pestisida. “Jelasnya”.

Dalam wawancara dengan salah satu pengajar di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Yatim Dhu’afa “Al-Rasyid Jambi”  mereka merasa senang atas kedatangan Tim Sosialisasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Banyak ilmu yang didapat dalam kunjungan ini salah satu contohnya bagaimana memanfaatkan limbah rumah tangga (dapur) dapat dipergunakan menjadi eco enzyme dan bio-pestisida dan berharap aka nada kunjungan dilain waktu guna dapat menerapkan ilmunyanya lebih dalam lagi,”Jelasnya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *